Wednesday, November 13, 2013

PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI

Gunung Ciremai dengan ketinggian 3078 m dpl merupakan gunung tertinggi di jawabarat. Gunung ini bertipe Sratovolcano.  termasuk lokasinya, Gunung ini termasuk Soliter Volcano dan secara administratif terletak di antara Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Gunung Ciremai merupakan daerah tangkapanb air, sumber air bagi sungai Cimanuk dan sungai Cisanggarung, yang menyediakan sekitar 90% air untuk kebutuhan rumahh tangga, irigasi, industri di ketiga kabupaten itu.

Di Gunung Ciremai banyak flora dan fauna.flora di dominasi oleh  pohon jati, pisang hutan,  edelweiss (Anaphalisjavanicus), sedangkan faunanya  adalah suriling, nyamuk hutan, agas, elang jawa (Spizaetus bertelsi), macan kumbang (Pantera sp), macan tutul (Pantera pardus), harimau jawa (Pantera tigris).

JALUR PENDAKIAN 

Untuk mendaki ke Puncak Ciremai kita dapat memilih jalur yang paling umum melalui Linggarjati (Kanbupaten Cirebon), atau lewat jalur alternatif Palutungan (Kabupaten Kuningan), dan jalur Apuy (Desa Argamukti, Kecamatan Argarura, Kabupaten majalengka). Kebanyakan pendaki memilih jalur umum kerena lebih aman walaupun medannya sangat terjal.

Untuk menuju Desa Linggarjati, dari terminal Cirebon naik angkutan umum ke Cilimus selama 30 menit dan di lanjutkan ke Gedung  Perjajnjian di Desa Linggarjati dengan waktu tempuh 15 menit, Jarak  dari Gedung Perjajian ke basecamp sekitar 1 km, yang dengan jalan kaki dapat akan menghabiskan waktu 10 menit.

TAMPAK  GUNUNG CIREMAI DARI LINGGARJATI

Untuk memaulai pendakian perjalanan di mulai dari Desa Linggarjati melewati jalan aspal,  dan di susul jalan tanah di tengak-tengah hutan pinus menuju Blok Cibunar yang dapat di tempuh selama 2 jam 30 menit. Nama Cibunar berasal dari nama sungai, yaitu Sungai Cibunar. Di Blok ini terdapat banyak warung makan karena di musim libur sekolah tempat ini ssering di gunakan sebagai tempat camping.

Dari Blok Cibunar perjalanan di lanjutkan ke Blok Kuburan Kuda (1400 m dpl), yang dapat di tempuh selama 1 jam, melalui hutan pinus, campuing site, hutan jati, dan melalui beberapa pondok ataupun warung yang di buka pada hari-hari tertentu. Pada jaman Belanda, Blok Kuburan Kuda  merupakan tempat penguburan kuda yang mati  dalam perjalanan ke Gunung Ciremai.

Perjalanan dari Kuburan kuda menuju Pangalap (1640 m dpl) melewati kawasan hutan jati. rute ini sangat mengasikan  karena ada beberapa tanjakan tajam. Waktu Tempuhnya 2 jam 30 menit. dari Pangalap langsung menuju Batu Lingga (2150 m dpl ) yang dapat mengjhabiskan waktu sekitar 3 jam 30 menit. karna kiri jalan adalah hutan jati, dan tanjakan-tanjakan tajam.

Di Batu Lingga terdapat batu besar di tengah-tengah jalan. Konon batu itu tempat duduk Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati ( salah satu dari walisongo) pada saat bertapa.

Perjalanan dari batu lingga menuju sanggabuana (2450 m dpl) mulai hutan jati yang terus menanjak yang dapat di lalui selama 2 jam 30 menit,  dan akan sampai di punggung Gunung Ciremai yaitu Pangasinan (2640 m dpl)   1 jam kemudian. jalan menjadi semakin terjal. Pangasinan adalah tempat luas yang berada di atas puncak bukit sebelum sampai  di Puncak Ciremai. Nama Pangasinan  berasal dari kata sunda yang berarti tempat peristirahatan. Tempat ini memang sering  di gunakan para pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian  Puncak ciremai.